Laman

Senin, 09 April 2012

Arsip Kuliah Teori Arsitektur

Catatan 3!!!

Hal - Hal Yang Mendasari Desain Masjid
Masjid (Masjid dalam bahasa Arab) adalah tempat untuk ibadah umat Islam. Akar kata dari masjid adalah sajada dimana sajada berarti sujud atau tunduk. Kata masgid (m-s-g-d) ditemukan dalam sebuah inskripsi dari abad ke 5 Sebelum Masehi. Kata masgid (m-s-g-d) ini berarti "tiang suci" atau "tempat sembahan".
Masjid memiliki fungsi yang sangat penting dalam kehidupan umat Islam. Sebagai bangunan sakral umat Islam, masjid bukan saja berperan sebagai tempat melaksanakan kewajiban ibadah shalat lima waktu secara berjamaah, shalat jumat dan sebagainya, akan tetapi masjid juga dijadikan sebagai sentra aktivitas sosial, pendidikan, politik dan lainnya.
Ada hal – hal penting yang mendasari desain masjid.
·      Bentuk
Denah masjid berbentuk segi empat. Hal ini dilakukan secara logis sesuai dengan kebutuhan shaf-shaf dalam shalat berjamaah. Bentuk persegi akan membuat ruang-ruang yang terbentuk dapat dimanfaatkan seluruhnya, sedangkan denah yang berbentuk sudut-sudut tertentu (lancip) akan membuat ruangan banyak yang terbuang. Ini berarti, berlebih-lebihan atau mubazir.
Sebagai bangunan spesifik umat Islam, masjid memiliki beberapa komponen utama seperti yang terdapat pada Masjid Nabawi, yaitu shahn (ruang luas terbuka), al
haram atau baitus shalah (ruang utama shalat)
, mihrab, mimbar dan kiblat (petunjuk arah kiblat).
Unsur-unsur yang diletakkan Rasulullah tersebut merupakan unsur penting yang harus dimiliki oleh sebuah masjid. Karena itu, Masjid Nabawi menjadi cikal bakal masjid-masjid di seluruh dunia.
Karakter masjid berbeda dengan bangunan peribadatan yang lain seperti gereja atau kuil. Pada bangunan gereja atau kuil, ruang dalam bangunan haruslah sedapat mungkin dibuat setenang dan sekhidmat mungkin sehingga orang dapat khusyuk beribadah, sementara pada bangunan masjid harus dipisahkan antara bagian yang memungkinkan ibadah secara khusyuk dengan bagian yang memungkinkan pergerakan dan aktivitas yang lebih bebas. Karenanya diperlukan perancangan dan zoning yang lebih jelas dan dinamis.
·      Menara dan Kubah
Menara masjid muncul agak belakangan, seperti halnya kubah, pada awalnya merupakan elemen sekunder dalam bangunan masjid. Namun, dalam
perkembangan selanjutnya dan sejalan dengan dinamika peradaban umat Islam, menara menjadi bagian penting dari sebuah masjid, baik dalam memberikan makna artistik atau makna fungsional.
Kubah memiliki fungsi sebagai penanda arah kiblat dari bagian luar dan menerangi bagian interior masjid. Kubah merupakan ciri atau identitas masjid, dengan adanya kubah tercipta suasana yang agung, sehingga manusia merasa kecil dihadapan Khaliknya.
·      Ornamen
Ornamen atau gaya ornamentik dapat divisualisasikan dengan huruf-huruf kaligrafi, seperti huruf “Arab Kufa” dan “Karmalis” yang merupakan salah satu ornament geometris berisi tulisan lafazd Al-Qur’an sebagai hiasan masjid.

Sumber           :